Tepat tanggal 7 Januari 2008, perjalanan dari pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara menuju pelabuhan Benoa Bali dilakukan. Ketika itu, rombongan panitia maupun peserta Studi Banding menggunakan jalur transportasi laut untuk menyebrang ke tempat tujuan. Selama perjalanan dengan kapal Tilongkabila, banyak pengalaman dan kesan yang diperoleh setiap individu yang menjalaninya khususnya rombongan Studi Banding Jawa-Bali.
Ketika berada dalam kapal, banyak aktivitas yang dilakukan diantaranya bermain kartu, berbagi pengalaman, maupun mendekatkan hubungan kekerabatan baik antara guru dengan guru, guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa. Namun, tidak seindah itu selama di kapal tetapi di balik itu semua ada beberapa hambatan dan masalah yang dihadapi sehingga perubahan rencana dilakukan oleh panitia pelaksana. Musibah tersebut merupakan suatu rutinitas yang dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang yang berhati picik. Beberapa orang dari rombongan Studi Banding kehilangan barang berharga mereka ketika mereka lengah. Sehingga para panitia pelaksana menanggapi dan mengambil andil besar-besaran yang dibantu dengan peserta agar kejadian tersebut tidak terulang dengan kombinasi berjaga setiap malam selama berada di kapal.
Hari berganti hari, setiap itu pula pulau demi pulau terlampaui sehingga kami tiba di tempat tujuan pertama yaitu pulau Bali sebagai pusat pariwisata internasional. Ketika tiba tepatnya tanggal 11 Januari 2008 di pelabuhan Benoa Bali, rombongan dijemput dengan bus pariwisata untuk berkeliling sekaligus menikmati panorama dan mempelajari kultur maupun sejarah dari pulau kuta ini. Tetapi yang diutamakan pada saat itu adalah tempat peristirahatan sehingga tanpa membuang-buang waktu, rombongan segera menuju ke penginapan tepatnya di rumah salah satu panitia Studi Banding (Fridayanti, S.Pd).
Keesokan harinya yaitu tanggal 12 Januari 2008, rombongan bergegas ke salah satu sekolah favorit di Denpasar yaitu SMA Negeri 1 Denpasar dengan catatan setelah sarapan pagi. Sesampai di sekolah, rombongan dan perangkat sekolah melakukan diskusi serta saling tukar informasi terhadap sekolah masing-masing. Berhubung SMA Negeri 9 Kendari merupakan SMA yang baru sehingga masih lebih banyak menyerap kelebihan serta metode belajar sekolah yang sudah maju di Bali. Setelah itu, kami membuat dokumentasi dengan perangkat sekolah di SMA Negeri 1 Denpasar ini.
Berhubung waktu mendesak, rombongan segera bergegas menuju salah satu tempat rekreasi di pulau Bali yaitu Pantai Rasa Sayang Nusa Dua Bali. Di sana, beberapa peserta dan panitia pergi ke Pulau Penyu untuk menyaksikan keindahan tempat tersebut dengan melihat hewan-hewan yang termasuk dalam kategori hewan langka yang dilindungi oleh pemerintah dan dijadikan sebagai salah satu obyek wisata. Setelah lelah beraktivitas di pulau penyu, kami beristirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan manuju Tanah Lot. Di sana, rombongan menikmati panorama laut, keindahan tempat-tempat ibadah maupun pusat perbelanjaannya. Setelah dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kota Surabaya.
Perjalanan ke Surabaya memakan banyak waktu dan tenaga. Rombongan Studi Banding berangkat setelah matahari menyembunyikan wujudnya, tepatnya setelah makan malam di salah satu restoran khas Bali. Kemudian mengambil jalur laut, sehingga sampai di Surabaya pada waktu shubuh tapatnya di Griyorejo (13 Januari 2008). Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke tempat peristirahatan di Gresik yaitu salah satu rumah dari panitia pelaksana Studi banding (Melly). Setelah beristirahat, matahari mulai meninggi dan kami melanjutkan perjalanan ke makam sunan pertama yaitu Sunan Ampel. Ternyata di sana banyak tata cara yang harus dipenuhi agar dapat melangkahkan kaki sampai ke makam sunan ampel tersebut. Contohnya saja, kita harus menutup aurat dan mensucikan diri terlebih dahulu (berwdhu). Sehabis dari sana, rombongan lanjut ke pusat perbelanjaan yaitu Delta Plaza disingkat dengan DP, rombongan diberi waktu sampat pukul 19.00 WIB untuk berbelanja.
Sepulang dari DP, rombongan bergegas menuju tempat penginapan untuk istirahat karena keesokan harinya akan ada kesibukan yang lain. Rombongan tidur berpencar-pencar. Ada yang di dalam kamar, ruang keluarga, ruang tamu, teras rumah, rumah tetangga, maupun di bus yang ditumpangi (Jafar, S.Pd). Keesokan harinya tepatnya tanggal 14 Januari 2008, kami melanjutkan perjalanan menuju SMA Negeri 1 Malang. Perjalanannya tidak sedekat yang kami kira karena memakan waktu yang cukup lama. Setelah tiba di SMA Negeri 1 Malang, kami melakukan hal yang sama seperti SMA di Bali tetapi waktu untuk berkeliling sekolah lebih banyak di sini.
Seusai dari SMA Negeri 1 Malang kami bergegas menuju Selecta yang supervisor. Di sana kami membuat dokumentasi dan melakukan berbagai macam aktivitas. Setelah lelah bermain-main, kami melanjutkan perjalanan ke kota batik Yogyakrta, tetapi terlebih dahulu kami singgah di kota Blitar dan mengunjugi makam Presiden Soekarno (ada yang berjalan kaki dan ada yang naik becak). Kemudian, rombongan mengisi kekosongan perut dengan memakan makanan khas Blitar.
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke DI Yogyakarta dan beristirahat di salah satu rumah panitia pelaksana Studi Banding (Yenni Dian Anggraini, S.Pd., M.Pd), kami tiba sekitar jam 01.00 WIB tanggal 15 Januari 2008. Di antara rombongan, ada yang tidak beristirahat dan menyibukkan diri untuk mencuci pakaian kotornya tetapi sebagian rombongan melepas rasa letihnya seharian dengan tidur dalam mimipi indahnya dan berjumpa dengan ratu kapuk. Ketika matahari menampakkan wujudnya yang dengan ikhlas memberikan cahayanya, rombongan pergi ke tempat-tempat bersejarah, yaitu Candi Borobudur dan Parangtritis. Di lokasi Candi Borobudur, kami membuat dokumentasi sebagai bukti fisik akan kunjungan kami. Selain itu, salah seorang dari rombongan menyibukkan dirinya untuk mengasah kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggrisnya dengan memberanikan diri bercakap dengan turis asing (Asdam dan Thoto) kemudian beberapa rombongan membuat foto Close up dengan turis asing tersebut. Sepulang dari Borobudur, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Parangtritis. Di sana, kami menyaksikan panorama alam dan keindahan arus pantainya. Kami pun tak lupa untuk selalu membuat dokumentasi sebagai bahan pengingat bahwasanya kami pernah mengunjungi tempat tersebut.
Setelah itu, kami kembali ke penginapan untuk beristirahat karena besok masih ada kesibukan yang lain. Keesokan harinya (tanggal 16 Januari 2008), kami pergi ke SMA Negeri 2 Yogyakarta. Seperti sekolah-sekolah sebelumnya kami melakukan diskusi yang sama serta meninjau secara langsung sekolah tersebut. Kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pabrik Buku Tiga Serangkai yang bertempat di Solo. Kedatangan rombongan disambut hangat dengan karyawan di pabrik. Rombongan pun melakukan diskusi serta meninjau langsung proses pembuatan buku dari awal hingga akhir. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Candi Prambanan dan pulang ke penginapan.
Pada tanggal 17 Januari 2008 pagi, rombongan bergegas menuju Kraton Yogyakarta dan melihat-lihat keadaaan di dalamnya. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pasar Beringharjo dengan berjalan kaki. Di sana, rombongan berbelanja untuk perbekalan di Kendari nanti. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Pada waktu shubuh (18 Januari 2008) rombongan tiba di Cileunyi tepatnya di sebuah mushollah sederhana nan elok. Di sana kami beristirahat sejenak kemudian bergegas menuju SMA Negeri 1 Bandung. Di dalam perjalanan, ada seorang panitia pembangunan masjid yang membutuhkan sumbangsih donasi dari rombongan Studi Banding. Setelah tiba di SMA Negeri 1 Bandung, kegiatan yang sama pula rombongan lakukan yaitu berdiskusi untuk kemajuan sekolah kami, SMA Negeri 9 Kendari tentunya. Di sana, rombongan di sambut hangat dan meriah dengan alunan musik angklung sertan suara penyanyi yang merdu.
Sepulang dari SMA Negeri 1 Bandung, rombongan singgah untuk melakukan shalat Jumat di halaman Kampus Institut Teknologi Bandung yang dikenal masyarakat dengan sebutan ITB. Setelah itu, kami mengisi kekosongan perut dengan makan makanan khas Bandung. Kemudian kami pergi pusat perbelanjaan sepatu dengan nama Cibaduyut Market. Di sana kami berbelanja pernak pernik maupun kebutuhan fisik, kemudian kami lanjut ke Jakarta dengan persyaratan makan malam terlebih dahulu.
Setiba di Jakarta tepatnya pukul 12.35 WIB (19 Januari 2008), kami menyegerakan diri untuk beristirahat di penginapan Wisma P.H.I. di jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Saat matahari mulai menampakkan wujudnya, seorang laki-laki yang berpenampilan low profile datang untuk mengunjungi kami. Laki-laki tersebut merupakan Wakil Ketua DPD pusat, mereka sering menyebutnya dengan nama Dr. La Ode Ida. Kami melakukan diskusi dengan tujuan mendapatkan bantuan untuk kemajuan sekolah. Setelah itu, rombongan bergegas menuju Monumen Pancasila Sakti. Di sana kami membuat dokumentasi, mempelajari sejarah pemberontakan G 30 S/PKI, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Taman Mini Indonesia Indah kemudian pulang ke penginapan.
Keesokan paginya (20 Januari 2008), kami melakukan perjalanan menuju Taman Impian Jaya Ancol. Banyak aktivitas yang kami lakukan di antaranya bermain di atlantis, pusat wisata air, dufan, dan lain-lain, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju WTC Mangga Dua. Di sana kami berbelanja kebutuhan pribadi maupun souvenir untuk keluarga di Kendari. Sepulang dari WTC rombongan kembali ke penginapan untuk melepas keletihan.
Keesokan harinya (21 Januari 2008) rombongan melanjutkan perjalanan menuju gedung DPR/MPR Jakarta dan dengan kegiatan yang sama pula yaitu berdiskusi. Setelah itu, kami mengisi kekosongan perut dengan makan di pulau dua Jakarta kemudian kami bergegas menuju Monumen Nasional yang sering disebut Tugu Monas. Sepulang dari Monas kami kembali ke penginapan dan membereskan barang-barang bawaan (packing objects).
Pagi-pagi buta (22 Januari 2008) rombongan masih menyempatkan diri berbelanja di ITC Cempaka Mas kemudian berbalik arah menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk kembali ke kampung halaman. Di sana kami menunggu dan menunggu hingga giliran kami tiba untuk menaiki pesawat Lion Air rute Jakarta-Kendari. Dan pada pukul 24.20 WITA kami tiba di bandara Walter Mongensidi Kendari dan bergegas pulang ke rumah masing-masing.